(secuil) Perjalanan Bro Julianto #385 Jogjakarta-Aceh

Tulisan ini adalah ride report bro Julianto Sasongko tentang perjalanan beliau pada musim Lebaran tahun 2010 lalu. Perjalanan sendirian, satu motor – satu orang, 3 box, hehehe.. Perjalanan dari Jogja menuju Titik 0 km Aceh. “Nekat” memang, bahkan ride repost beliau di internal pulsarian disebut dengan “turing nekat”, hehe..
Berikut  kutipannya:

SEBUAH CATATAN YANG KUTEMUKAN (Julianto Sasongko, sumber)

(catatan ini saya kirimkan kepada salah satu rekan saya di FB, waktu itu dikota lubuk linggau di sebuah warnet, setelah keesokan hari setelah kejadian waktu itu dalam perjalanan ke Sabang/titik 0 km Indonesia bulan september tahun lalu, setelah hampir 1 tahun yang lalu saya coba untuk melupakan, ternyata file ini masih tersimpan dengan baik….. semoga bagi yang membaca catatan ini bisa menambah wawasan bahwa istilah “lain ladang lain belalang, lain daerah lain adat istiadat & ragam kepercayaan” serta jalan yang kita lalui bukanlah “milik kita” sendiri, sehingga apapun yang kita lakukan perlu bimbingan Tuhan dalam perjalanan, semoga bermanfaat…..)

……………sekarang saya dalam posisi bingung, ada dikota yg ga pernah diinjak, didatangi, hal ini dilatari hal2 sebagai berikut:

kehidupanku tanpa disadari selalu didahului oleh “mimpi”, jadi setiap melaksanakan kegiatan, hal, tempat, waktu &situasi baru, selalu terasa pernah di “mimpi”kan. diawali saat memulai perjalanan ke Aceh ini, dari berangkat, jalan, istirahat, tidur, bangun & melaksanakan setiap kegiatan, semuanya terasa pernah dimimpikan. hal ini lebih jelas dengan terjadinya “perjalanan” diluar nalar manusia, ataukan saya ngantuk? (saya yakin masih sadar), hal tersebut terjadi di suatu desa sehabis kota balaraja-Palembang barat (jalur tengah) sumatra.


ketika mau masuk sebuah desa yang hampir semua rumahnya ber “tipe” panggung, saya begitu terkesima oleh kondisi, situasi akan desa tersebut, sehingga saya sempatkan untuk menikmati hal yg beru tersebut…. bener2 menikmati karena waktu itu saya jalan pelan, akan tetapi selepas dari desa tersebut saya mulai sedikit percepat jalannya motor, tanpa disadari beberapa waktu kemudian saya mengalami hal aneh, saya terkesima dengan pemandangan desa yg didepan saya, pertama saya coba untuk cuek, karena perjalanan masih jauh, akan tetapi saya harus kembali memperhatikan kondisi desa tersebut karena saya merasa ada hal yg aneh, sepertinya saya kembali kedesa yg sudah saya lewati tadi, karena tidak percaya, saya coba untuk kembali kurangi kecepatan, dan lebih tercengang lagi, itu bener desa yg saya lewati tadi, karena beberapa hal terjadi kembali seperti yang saya alami, contohnya, gedung masjid yang sama, perilaku orang yg sama, gedung kepolisian yang sama dengan petugas yg sama, klo ini yg memperlihatkan klo saya masih sebagai pria normal yaitu beberapa wanita yg mau mandi bersana anak kecil (hal itu terjadi lagi) terlebih yg membuat saya merinding adalah yg pertama cewek yg saya lihat klo yg pertama dia cuma diem aja, pada waktu saya melihat lagi setelah terulang cerita bahwa saya sepertinya kembali memutari desa tersebut, eh….. dia sempat melempar senyumnya, dan bertambah membuat saya lebih merinding lagi adalah saya melewati sebuah pohon yang terakhir saya kagumi, setelah itu

saya langsung menyebut nama Tuhan & hampir ga percaya, sampai saya coba untuk memukili kepala saya & ternyata masih sakit, dari kejadian itu saya langsung tancap gas sambil berdoa dalam hati & cari tempat untuk istirahat, yang ternyata kata orang, saya datang dalam kondisi pucat pasi & gemetar, akhirnya datang seseorang naik sepeda motor & mau berhenti karena ngantuk & saya omong2 sama dia, dia kaget klo saya kok baru sampai disitu, padahal dia tadi di balaraja ngerti saya & motor (yg emang aneh & gampang diingat seperti di profilku) pada waktu berhenti makan. disitulah saya ceritakan kejadian itu sama dia, akhirnya dia ajak saya cepet2 pergi lagi tapi bareng karena tujuan searah & emang kata org berbahaya sehingga harus sampai ke suatu kota yg agak aman yaitu lubuk linggau ini, dan kejadian yg kedua adalah masalah teknis yg pagi ini saya coba nunggu dealer buka, sehingga saya sambil nunggu cari dulu warnet & buka FB saat ini yaitu yg mengakibatkan saya jatuh di daerah yang sangat terkenal rawan, ceritanya begini : Dia (yg ketemu sy tadi, oh iya dia lagi boncengan sama anaknya yg kedua sudah kelas 1 SMK) yakin emang ada daerah rawan, itu haya 100 km pertama setelah lubuk linggau ke arah Padang setelah itu aman (karena temen dia salah satu bekas preman di daerah situ yg sudah ga lagi, sehingga dia ngajak jalan lagi dg cara ikut konfoi mobil2, nah kejadian itu terjadi pada waktu jalan kenceng (karena bebas hambatan & lurus), tetapi hujan rintik2 mulai disertai angin yg kenceng, ketika disertai hujan deras, motorku jadi oleng & saya tidak bisa mengendalikan diri sehingga membuat saya jatuh disemak2, dalam kondisi seperti itu saya cuma supaya Tuhan masih mau menolong saya, & hal aneh terjadi yaitu ketika motor jatuh di semak2 walau hanya kurang lebih 30cm, tetapi motorku kan sangat berat, waktu itu masih bisa saya angkat walau beberapa kali saya coba sambil menyebut nama Tuhan, padahal saya baru isi full bensin yg sebanyak 15 liter (kan menambah berat motor), dengan sangat gemetar saya coba untuk naiki & akhirnya sampai disebuah pom bensin yg nota bene akhirnya saya istirahat di situ sampai pagi ini dengan kondisi baik2. nah itu curhat saya, saya mau ngabari istri saya takut klo berpikiran yg bukan2 & membuat resah selama saya tinggal, nah menurut kmu bagaimana setelah saya ceritakan ini & setelah saya selesai di dealer nanti? tolong ya…….., akan masukannya, tp di sms ke 081 328 625 009 ya, apakah saya harus melanjutkan apa tidak……

Cerita di atas benar adanya (menurut pengakuan beliau), dan dibuktikan setelah ketemu dengan ane di Padang Sidimpuan. Beliau sendiri yang tadinya menceritakan bahwa jangan bercerita yang “aneh-aneh” dulu ke orang lain sebelum sampai di tempat peristirahatan, eh pas baru ketemua di pinggir kota Sidimpuan, beliau sudah bercerita hal di atas, otomatis ban belakangnya pecah secara magic, tanpa paku, jalan berlobang atau sebagainya. Duh….😀
Dan cerita beliau menginspirasikan atau meracuni saya untuk turing pulang kampung juga, hehe.. (Sebenarnya tadinya ane mau menemani beliau ke sumatera, eh emak gw nyuruh untuk nikah dulu, ywd gw nikah dulu😀 tapi sekarang ijin malah lebih syusah, hik )
Semoga menginspirasi anda juga😀

Foto aslinya tadinya diambil dari foto bro Welex disini. Sedangkan foto-foto sebelum diedit ada disini. Untuk foto asli perjalanan bro Sasongko ini bisa dilihat disini.

About Mora H. Ritonga

kata orangseh lucu, seram, nyebelin, nakutin, bikin seneng, tapi ... terserahdeh,,saran gw liat dulu orangnya baru komen
This entry was posted in Adventure, Curhat, Otomotif and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

36 Responses to (secuil) Perjalanan Bro Julianto #385 Jogjakarta-Aceh

  1. pridesonline says:

    Bro Mora, tolong di awal text di informasikan bahwa foto milik Welex yang di post di pridesonline.wordpress.com, dan sifatnya hanya ilustrasi. Menurut saya agak membingungkan ini Mas Juli atau Welex.

  2. pridesonline says:

    Bro Mora, watermark di sebelah kanan foto harap ditampilkan. Jangan di crop. Thanks.

    Foto original dari sini:
    http://pridesonline.wordpress.com/2011/07/19/foto-perjalanan-welex-jakarta-aceh/

  3. banghendri says:

    jadi kapan nih kita kesana bareng kawan

  4. banghendri says:

    siapa takut kawan
    istri aja pengen ikut katanya
    hehehe😀

  5. Rial Hamzah says:

    ini kayaknya cerita lama…

  6. welexmail says:

    watermark kok hilang?

  7. wah..blogger kelas kambing nih…numpang eksis pake foto blog lain..

    get a life lah brooo…👿

    • emang kurang benar, kalau dilihat dari “itu goto orang lain”
      tapi tidak bisa langsung disalahkan juga, karena saya menampilkan sumbernya di akhir tulisan.
      yoi bro, gw masih blogger kelas kambing..

  8. salam kenal gundulmu…

    pridesonline = bro Dono Andomo –> Ketua Umum PRIDES woiii..

  9. soemarlien says:

    om benny. om rialhamzah, om dono kenalan dong😀

  10. dectus says:

    yang ditulis ma foto nya ga nyambung..piye tho iki ?

  11. F O F says:

    mas bro, bakal lebih elok lagi kalo ada poto aselinya, bukan poto ilustrasi, biar lebih nendang n sinkron cerita n potonya, get better next note

  12. daddeeee says:

    Sedikit quote :
    -Tulisan ini adalah ride report bro Julianto Sasongko tentang perjalanan beliau pada musim Lebaran tahun 2010 lalu. Perjalanan sendirian, satu motor – satu orang, 3 box, hehehe.. Perjalanan dari Jogja menuju Titik 0 km Aceh. “Nekat” memang, bahkan ride repost beliau di internal pulsarian disebut dengan “turing nekat”, hehe..

    – Foto ilustrasi diambil dari foto bro Welex, sumber. Untuk foto asli perjalanan bro Sasongko ini bisa dilihat disini.

    Kayanya ngga etis banget sih kalo buat catatan perjalanan menggunakan foto orang lain. Sementara FOTO ASLI disebutkan ADA. Apa foto-fotonya kalah keren?

  13. iman p. says:

    Ijin ga oi copasnya?

  14. Pingback: Surat terbuka untuk pengunjung blog « Mora's Notes

  15. Pingback: (secuil) Perjalanan Bro Julianto #385 Jogjakarta-Aceh @Sidimpuan « Mora's Notes

  16. karfianto says:

    emang lebih free kalo nulis pengalaman sendiri mas bro..
    nggak perlu ngurusin watermark🙂

  17. julianto says:

    mohon maaf saya sampaikan kepada teman2 yang lain atas tulisan mas Mora ini, kebetulan saya gaptek, jadi selama ini saya ga tahu posisi tulisan ini, semoga hal ini menjadi pembelajaran bagi kami….. trimakasih mas Mora atas tulisan ini…..saya baru liat, heheheee….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s