Bahaya Ghibah

Sang anak buah datang menemui Rasulullah dan bertanya sesuai arahan majikannya. Rasulullah tidak berkomentar banyak, hanya memberikan nampan, dan meminta sang kaya tersebut untuk memuntahkan apa yang ingin dimuntahkan dari perutnya ke atas nampan tersebut. Semua sahabat bingung, dan lebih bingung lagi sang anak buah tersebut, namun karena perintah Rasulullah, beliau lalu menghadap majikannya.

Rasulullah memberikan nampan ini untuk Tuan memuntahkan apa yang ada di perut tuan ke atas nampan ini, begitu kata sang anak buah, sambil gemetaran.. Maka sang majikan pun memuntahakan apa yang ada di perutnya. Ternyata yang keluar adalah daging dan darah. Subhanalloh..

Makna yang bisa diambil dari cerita di atas adalah, dilarang meng-ghibah seseorang (membicarakan orang lain, terutama saudara, atau yang dikenal), karena hal tersebut sama saja dengan memakan daging dan darah saudara kita..terutama di bulan puasa ini..

Ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, sedang ia tidak suka (jika hal itu disebutkan). Baik dalam keadaan soal jasmaninya, agamanya, kekayaannya, hatinya, ahlaknya, bentuk lahiriyahnya dan sebagainya. Caranya-pun bermacam-macam. Di antaranya dengan membeberkan aib, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-ngolok.

Wallohu A’lam..

*cerita ini diceritakan kembali oleh saya setelah mendengar ceramah singkat Ustad ba’da zuhur pada hari Rabu tanggal 11 Agustus 2010 di Mesjid kantor, Ciseeng, Parung – Bogor..

About Mora H. Ritonga

kata orangseh lucu, seram, nyebelin, nakutin, bikin seneng, tapi ... terserahdeh,,saran gw liat dulu orangnya baru komen
This entry was posted in Agama, Curhat. Bookmark the permalink.

2 Responses to Bahaya Ghibah

  1. abu4faqih says:

    Na’udzubillahi mindzalik. Seandainya Rasulullah saw masih ada di antara kita tentunya begitu banyak orang muntah darah dan daging seperti itu ya. Subhanallah, mungkin karena orang-orang yang berghibah itu tidak memuntahkan daging dan darah maka timbul penyakit-penyakit yang bermacam-macam di masyarakat saat ini. Wallahu a’lam bishawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s