Tips ketika di-tilang (lanjutan)

mba-dara

Sudah pernah sebelumnya saya berbagi cerita (walaupun itu dapat dari orang lain ehehe), tentang tips ketika ditilang polisi disini. Nah, kali ini dapat info lagi yang lebih jitu, bagaimana menghadapai pak Polisi yang rese dan ngeyel mau menilang kita, berikut kutipannya..

Beberapa waktu yang lalu aku salah ambil jalan one-way,alias melanggar the forbidden kingdom, eh street..
Datanglah polisi berwajah ramah menghampiriku, “Selamat sore, bisa lihat SIM-nya? Anda melanggar rambu lalu lintas, ini jalan forbidden”
Tanpa ragu-ragu kukeluarkan SIM dari dompet, “Mangga, pak!”, dengan tetap stay cool.
“Mari ikut saya ke sana”, ajak pak polisi sambil menunjuk ke arah Moge-nya yang diparkir di pinggir jalan

Wah aku langsung excited, bisa punya kesempatan ‘berurusan’ dengan polisi lalu lintas. Selama ini aku sering mendapat e-mail dari milis-milis tentang pengalaman orang yang kena tilang, trus minta ‘slip biru‘ biar langsung bayar denda, ga pake pengadilan, apalagi damai alias nyogok. Aku mau coba praktekin ilmu itu.

Tanpa banyak ba-bi-bu, hanya sekedar menasehatiku aja, pak Pol langsung mengeluarkan kuitansi (ya semacam slip gitu lah), mencatat identitasku, nopol motorku, pasal yang dilanggar, n’ tanggal persidangan. Tiba-tiba aku pun menyela,
Pak punten, saya mau yang langsung bayar di BRI aja, ga usah ikut pengadilan. Saya udah terima pelanggarannya
Sambil menyerahkan slip berwarna merah, pak Pol berkata :
“Oh silakan nanti bayar denda di BRI, tapi Mas ikut dulu pengadilan di tanggal sekian (tercantum di slip)”
“Lho kok harus ikut pengadilan pak. Saya mau yang langsung bayar di BRI aja”,
aku inget cerita di milis : Polisi memang suka ngeles, ngga mau langsung ngasi slip biru itu.
“Maksud Mas-nya gimana?”
“Saya minta itu slip yang biru, biar langsung bayar denda di BRI“.

Kalau diperhatikan, kuitansi tadi memang ada slip merah, biru, dan putih. Dan ternyata, aku harus mengulang-ulang pernyataan terakhir berkali-kali, sampai akhirnya pak Pol mau menyerahkan slip berwarna biru. SIM-ku pun resmi ditahan.

Dalam beberapa kasus yang aku baca di email, Polisi ngotot harus ikut pengadilan dan tidak mau menyerahkan slip biru. Kalau pembaca mengalami hal serupa, bilang aja : “Pak, saya catat nama Bapak ya, nanti saya laporkan ke surat kabar bahwa menurut Bapak saya tidak bisa mendapatkan slip biru”. Lebih keren lagi kalau sambil action mengambil foto si pak Pol dengan kamera HP. Dijamin deh, pak Pol langsung berubah pikiran..

Beberapa hari kemudian, dengan slip biru di tangan, aku meluncur ke BRI Tower di Jalan Asia Afrika. Di Bank BRI itu, di antara slip-slip setoran tagihan listrik, tagihan air, telepon dsb, memang terdapat slip setoran denda tilang. Ketika sedang asyik mengisi slip tersebut, tiba-tiba seorang petugas bank menghampiriku :
“Maaf pak, mau setor denda tilang ya, bisa lihat surat tilangnya dulu?”
Dan, setelah aku serahkan slip birunya, dengan mengejutkan petugas itu menyatakan :
“Maaf pak, denda tilangnya ngga bisa disetor disini. Coba bapak lihat ini, ngga ada tulisan jumlah denda yang harus dibayarkan”
Aku perhatikan dengan seksama slip biru tersebut, ya benar juga, tidak ada tulisan mengenai jumlah denda yang harus kubayar

“Sebenarnya kalau dilihat dari pasal yang Bapak langgar, jumlah denda-nya ini 20 ribu. Tapi bank ngga bisa memproses kalau polisi yang menilang bapak tidak menuliskan angka tersebut di slip biru ini”
“Wah begitu ya. Tapi jumlah dendanya memang udah fix 20 ribu?”
“Iya, Pak. untuk pelanggaran pasal 61 ini memang 20 ribu. Tapi bank tetap tidak bisa menerima slip biru ini karena tidak ada nominalnya”
“Terus saya harus bagaimana sekarang?”
“Bapak langsung aja ke Polwiltabes dulu, nanti disana minta slip yang baru, baru Bapak ke BRI lagi”
“Lho, nanti saya ambil SIM-nya dimana?”
“Setelah Bapak bayar di BRI, notanya Bapak serahkan lagi ke Polwiltabes, baru SIM-nya kembali. Maaf, memang jadinya bolak-balik, Pak. Tapi biasanya nanti di Polwiltabes Bapak disuruh memilih : mau bayar di BRI, atau sekarang saja. Kalau langsung bayar disana, SIM-nya langsung diserahkan, Pak”

“Bedanya apa itu, Mas?”
“Kalau bayar di BRI mah langsung masuk kas negara, Pak. Kalau bayarnya disana, ngga tau deh“,
sahutnya sambil mengulum senyum

Polwiltabes itu di Jalan Jawa, lumayan juga kalau bolak-balik ke Asia Afrika. Aku langsung menuju ke Satlantas sesampai di Polwiltabes. Oleh petugas, aku diarahkan menuju ruang “Urusan Tilang”. Aku serahkan slip biruku, kemudian duduk beberapa saat di ruang tunggu. Pada waktu itu, ada satu objek yang langsung menarik perhatianku. Bukan Polwan yang masih muda n’ cakep (tadi di luar emang ada sih ehehe), tapi pengumuman yang dibingkai rapih dan terpajang jelas, berisi : contoh pelanggaran, pasal-pasal terkait, dan besar dendanya.

Menurut pengumuman itu, ada 3 jenis pelanggaran lalu lintas : Ringan, Sedang, dan Berat.
Pelanggaran Ringan itu seperti melanggar rambu-rambu jalan, lampu lalu lintas, ngga pake helm, ngga pake sabuk pengaman, dst. Dendanya flat 20 rebu rupiah, mau pake motor, mobil, apa becak (lho)
Pelanggaran Sedang itu seingetku ngga bawa SIM atau STNK. Dendanya 25 rebu.
Pelanggaran Berat, aku agak lupa. Seingetku, mengemudi dalam keadaan mabuk, membahayakan orang lain gitu. Dendanya 30 rebu.

Pak Pol tiba-tiba memanggilku, dan SIM-ku yang dulu ditahan kini sudah berada di tangannya.
“Mas, silakan mau bayar di BRI atau disini. Kalau di BRI, nanti notanya dibawa kesini dulu baru SIM-nya saya kembalikan. Kalau bayar disini langsung aja, dendanya sama 20 ribu, tapi ngga ada notanya”
Wah-wah, percis sama dengan prediksi petugas bank tadi. Hmm.. mungkin anda sudah dapat memilih sampai tahap ini. Aisar

Semoga berguna, dan tidak repost..

About Mora H. Ritonga

kata orangseh lucu, seram, nyebelin, nakutin, bikin seneng, tapi ... terserahdeh,,saran gw liat dulu orangnya baru komen
This entry was posted in Otomotif, Tips dan Trik and tagged , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Tips ketika di-tilang (lanjutan)

  1. Untuk keterangan lebih lanjut tentang slip biru dan slip merah silahkan baca di:
    http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol17344/sedikit-catatan-tentang-slip-merah-dan-slip-biru-dalam-tilang
    *semoga berguna..

  2. mukhtarom says:

    hahaha… bener2. pernah ngalamin hal sama. untung waktu itu masih jadi wartawan, jadi saya biarkan SIM dibawa si Polisi, setelah beberapa jam kemudian Kontak sang Komandan nya. Minta tolong buat ambil SIM/STNK lagi. tapi tetep bayar denda loh ya..
    si anak buah cuma melongo..

    • Hehehe..
      Mantap mas.. Teman saya juga yang bahkan sebagai mantan wartawan melakukan itu, yaitu selalu membawa ID-Card -nya kemanapun dia pergi. Jadi ketika ada “urusan” dengan polisi, biasanya selalu lewat, begitu katanya.. (gak rekomended yah, klo salah ya salah, ehehe)

  3. lukman says:

    Bro, tadi page gw juga kena tilang karna lampu gak nyala, kebetulan yg tilang ada logo BM di tanganya.
    Pol : Selamat pagi, bapak tahu kesalahnnya apa
    Gw : tau pak ! lupa gak nyalain lampu
    Pol : Mau tilang ato gimana?
    Gw : kalau tilang sidangya dimana, kalau damai berapa
    Pol : kalau tilang sidangya di Tigaraksa Tangerang (Buset jauh amat), kalau damai 100 ribu.

    setelah tawar menawar akhirnya terjadi kesepakan antara penyuap dan yang disuap 50 ribu

    …………yang bikin saya ketawa disebelah saya juga ada yang kena tilang dengan kasus yang sama cuma kena 15 ribu tapi yang nilang bukan BM,

    apa ada perbedaan tarif antara BM dan Non BM……

    Semoga Polisi BM yang nilang saya di Mutasi ke Papua atau ke Perbatasan Timor Leste

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s