Bolehkah Saya Beristri Lagi

Sebagai pelajaran aja

ini punya mas setiabudi loh.. pelajaran buat kita semua

Pertanyaan itu iseng-iseng serius (halah.. ) saya katakan kepada isteri tercinta.

Jawabannya pun cukup mengagetkan:

“Nggak apa-apa.. honey boleh kok beristri lagi tapi saya minta di-tholaq. Masa cuma honey aja ngerasain yang baru, saya juga mau dong nyobain yang baru juga, hahahahaha..”

Kami pun tertawa terkekeh-kekeh mendengarnya.

Ya, kadang-kadang kita para lelaki kurang ajar ini sering melupakan bahwa Alloh SWT menciptakan para wanita sebagai pendamping yang setara posisinya dengan kita.

Mereka diciptakan oleh-Nya untuk membuat hidup kita lebih berkualitas dalam menjalankan seluruh perintah-Nya.

Mereka dianalogikan di dalam al-Qur’an sebagai pakaian bagi kita. Analogi yang menggambarkan betapa mereka posisinya sangat strategis dalam membentuk diri kita. Bukankah apa yang kita pakai adalah cerminan diri kita?

Namun hal terpenting adalah: “Isteri juga manusiaaaaaa….”

About Mora H. Ritonga

kata orangseh lucu, seram, nyebelin, nakutin, bikin seneng, tapi ... terserahdeh,,saran gw liat dulu orangnya baru komen
This entry was posted in Agama. Bookmark the permalink.

One Response to Bolehkah Saya Beristri Lagi

  1. wafa annisa says:

    maaf nih, hari ini ol teruz, boleh comment yah.. kebetulan banget saya baru baca artikel tentang masalah poligami,
    ce juga manusia, betul sekali dan pastinya punya perasaan yang lebih sensitif dari ikh1.. kebanyakan ni para co slalu bilang youre the only one, but sejalan waktu dia jatuh hati ke bunga lain yang masih mekar atau baru mekar….
    Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan sungguh bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atasnya. Bila engkau ingin meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau ingin bersenang-senang dengannya, engkau bisa bersenang-senang namun padanya ada kebengkokan.” (HR. Al-Bukhari no. 3331 dan Muslim no. 3632)

    Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, “Dalam hadits ini ada dalil dari ucapan fuqaha atau sebagian mereka bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ﭖ ﭗ ﭘ ﭙ ﭚ ﭛ ﭜ dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk. Hadits ini menunjukkan keharusan berlaku lembut kepada wanita, bersikap baik terhadap mereka, bersabar atas kebengkokan akhlak dan lemahnya akal mereka. Di samping juga menunjukkan dibencinya mentalak mereka tanpa sebab dan juga tidak bisa seseorang berambisi agar si wanita terus lurus. Wallahu a’lam.”(Al-Minhaj, 9/299)
    nikahin lebih satu ce sih bleh aja, toh ga dilarang, dan subhanallah sekali ce yang bisa ikhlasin suaminya dengan ce lain…salah satu buku judulnya catatan hati seorang is33 karya asma nadia, ada sebuah pertanyaan baru, apakah dengan mengizinkan suami poligamii salah satu cara untuk dapet surga melalui ridhonya? ini nih ada sedikit ilmu bagi para ikh1 yang berniat poligami”
    Cukup menikahi seorang wanita saja bila khawatir tidak dapat berlaku adil secara lahiriah.

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

    “Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita saja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki.” (An-Nisa`: 3)

    Yang dimaksud dengan adil di sini adalah dalam perkara lahiriah seperti adil dalam pemberian nafkah, tempat tinggal, dan giliran. Adapun dalam perkara batin seperti rasa cinta dan kecenderungan hati tidaklah dituntut untuk adil, karena hal ini di luar kesanggupan seorang hamba. Dalam Al-Qur`anul Karim dinyatakan:

    وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلاَ تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ

    “Dan kalian sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri kalian, walaupun kalian sangat ingin berbuat demikian. Karena itu janganlah kalian terlalu cenderung kepada istri yang kalian cintai sehingga kalian biarkan yang lain telantar.” (An-Nisa`: 129)

    Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan ketika menafsirkan ayat di atas, “Maksudnya, kalian wahai manusia, tidak akan mampu berlaku sama di antara istri-istri kalian dari segala sisi. Karena walaupun bisa terjadi pembagian giliran malam per malam, namun mesti ada perbedaan dalam hal cinta, syahwat, dan jima’. Sebagaimana hal ini dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ‘Abidah As-Salmani, Mujahid, Al-Hasan Al-Bashri, dan Adh-Dhahhak bin Muzahim rahimahumullah.”

    Setelah menyebutkan sejumlah kalimat, Ibnu Katsir rahimahullah melanjutkan pada tafsir ayat: فَلاَ تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ maksudnya apabila kalian cenderung kepada salah seorang dari istri kalian, janganlah kalian berlebih-lebihan dengan cenderung secara total padanya, فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ “sehingga kalian biarkan yang lain telantar.” Maksudnya istri yang lain menjadi terkatung-katung. Kata Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Sa’id bin Jubair, Al-Hasan, Adh Dhahhak, Ar-Rabi` bin Anas, As-Suddi, dan Muqatil bin Hayyan, “Makna كَالْمُعَلَّقَةِ, seperti tidak punya suami dan tidak pula ditalak.” (Tafsir Al-Qur`anil Azhim, 2/317)

    Bila seorang lelaki khawatir tidak dapat berlaku adil dalam berpoligami, maka dituntunkan kepadanya untuk hanya menikahi satu wanita. Dan ini termasuk pemuliaan pada wanita di mana pemenuhan haknya dan keadilan suami terhadapnya diperhatikan oleh Islam.

    ada yang mw menambahkan? semoga berguna:), wallohu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s